
Jakarta (ANTARA) – Menteri Agama Nasaruddin Umar, di Ponpes Terpadu Al Yasini, Kabupaten Pasuruan, Sabtu, menegaskan komitmen Kementerian Agama untuk terus memperkuat kemandirian dan meningkatkan mutu pendidikan pesantren di Indonesia.
“Melalui Ditjen Pontren ini, kita berharap agar Kemenag terus bisa lebih mengangkat martabat dan memajukan pondok pesantren di Indonesia, termasuk pesantren Al Yasini,” ujar Menag dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Menag menjelaskan keunggulan pendidikan pesantren terletak pada metodologi pembelajaran yang tidak semata mengandalkan kemampuan intelektual.
Tradisi pesantren juga mengajarkan santri untuk mengasah intuisi, melakukan kontemplasi (tafakkur), serta menjalankan penyucian jiwa (tazkiyah) sebagai bagian dari proses menuntut ilmu.
“Di pondok pesantren, tazkiyah dulu baru ta’lim (penerimaan ilmu). Pembelajarannya bukan hanya deduksi akal, tetapi ada intuisi, kontemplasi, dan tazkiyah. Hal itulah yang mendatangkan keberkahan sehingga melahirkan tingkat kedalaman spiritual haqqun yaqin,” kata Menag.
Imam Besar Masjid Istiqlal itu menaruh harapan besar terhadap penguatan kelembagaan pesantren melalui pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren.
Kehadiran lembaga tersebut diharapkan semakin memperkuat dukungan pemerintah dalam memajukan ekosistem pesantren, baik dari aspek pendidikan, kemandirian, maupun pemberdayaan masyarakat.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Al Yasini, Nanik Asnawati, memaparkan berbagai capaian pesantren yang berdiri sejak 1940 dan kini mengasuh 4.561 santri, terutama dalam penguatan kemandirian ekonomi melalui koperasi dan unit usaha produktif untuk menopang pendidikan serta pemberdayaan masyarakat sekitar.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber