Sarjana Manajemen Pendidikan Islam – STIT – Al Urwatul Wutsqo Jombang (2019), Magister Manajemen Pendidikan Islam – Unipdu Jombang (2023). Jurnalis, Akademisi dan Penulis Buku, Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2020. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, religi, seni, budaya dan sejarah.
JOMBANG – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 resmi dimulai di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Dipusatkan di Lapangan Kampung Baru, Kecamatan Plandaan, program ini menyasar pembangunan infrastruktur desa, perbaikan hunian warga, hingga penyediaan sarana air untuk mendukung pertanian dan kebutuhan masyarakat.
Komandan Korem 082/CPYJ Kolonel Inf. Batara Alex Bulo, menegaskan, pelaksanaan TMMD harus memberikan manfaat langsung bagi warga. Pembangunan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan fisik, tetapi juga diharapkan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat.
TMMD ke-130 di Jombang memiliki sejumlah sasaran fisik. Di antaranya pembangunan jalan, perbaikan beton sepanjang 1.338 meter, pembangunan 10 unit Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH), serta pembangunan enam titik fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK). Seluruh pekerjaan tersebut ditargetkan selesai sesuai jadwal, yakni pada 9 November mendatang.
“Untuk personel yang dilibatkan dari TNI AD, AL, AU, serta Kepolisian, totalnya mencapai 150 orang,” ujarnya, Selasa (13/10/2026).
Pelibatan personel lintas matra TNI dan Polri tersebut diharapkan memperkuat pelaksanaan program, sehingga seluruh sasaran pembangunan dapat diselesaikan secara optimal dan tepat waktu.
Penentuan Lokasi Berdasarkan Aspirasi Desa
Pemilihan Kecamatan Plandaan sebagai lokasi TMMD dilakukan melalui mekanisme pengajuan berjenjang yang berangkat dari kebutuhan masyarakat. Proses tersebut dimulai dari proposal pemerintah desa, kemudian diteruskan ke Koramil dan Kodim untuk dihimpun serta ditentukan berdasarkan skala prioritas.
Usulan yang dinilai paling membutuhkan penanganan selanjutnya diajukan kepada pemerintah daerah. Mekanisme ini menjadi bagian dari upaya memastikan program pembangunan sesuai dengan kebutuhan riil warga di lapangan.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber