:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Kabupaten-Jombang-Jawa-Timur-Selasa-13102026-Sediakan-titik-tempat-jualan-untuk-PKL.jpg)
SURYA.co.id, JOMBANG – Pedagang kaki lima (PKL) yang biasa berjualan di kawasan Alun-Alun Kabupaten Jombang, Jawa Timur, harus menempati lapak sementara saat pengajian Jombang Bersholawat bersama KH Muhammad Iqdam Kholid atau Gus Iqdam digelar, Selasa (13/10/2026) malam.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang mensterilkan kawasan alun-alun untuk mendukung kelancaran acara yang diperkirakan dihadiri banyak jemaah.
Pemkab Jombang telah menyiapkan empat lokasi alternatif agar para pedagang tetap bisa berjualan selama kegiatan berlangsung.
Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Jombang, Anjik Eko Saputro, mengatakan penataan dilakukan karena kawasan alun-alun akan difokuskan untuk jemaah, tamu undangan, serta rombongan kiai yang menghadiri pengajian Gus Iqdam.
“Bukan kita tidak melarang untuk berjualan. Kita berikan tempat-tempat yang sudah disiapkan sesuai edaran. Namun, area alun-alun untuk kegiatan Gus Iqdam ini kita sterilkan agar bisa digunakan sepenuhnya oleh tamu undangan, rombongan kiai, dan jamaah,” ucap Anjik kepada SURYA.co.id, Selasa (13/10/2026).
Berdasarkan surat Sekretariat Daerah Kabupaten Jombang Nomor 500.3.10/6783/415.10/2026 tertanggal 7 Oktober 2026, pemerintah daerah menetapkan empat lokasi alternatif untuk penempatan sementara pedagang.
Penempatan tersebut diharapkan membuat aktivitas perdagangan tetap berjalan tanpa mengganggu akses jemaah maupun jalannya pengajian.
Anjik menjelaskan, penataan diperlukan karena besarnya antusiasme masyarakat terhadap pendakwah muda asal Blitar, Jawa Timur, tersebut.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber