Bojonegoro, VIVA Jatim – Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) bersama sejumlah elemen NU, seperti Banser, Pagar Nusa, BEM PTNU, dan Asparagus, menggelar bakti sosial di Kabupaten Bojonegoro dalam rangka Hari Santri dan Sumpah Pemuda tahun 2026.

Bakti sosial dirupakan, di antaranya, dengan cara menyalurkan bantuan air bersih di desa terdampak kekeringan, yakni Tuk Buntung, Desa Nganti, Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian kemanusiaan sekaligus kritik terhadap belum optimalnya penanganan krisis air bersih yang membebani masyarakat.

Ketua Umum PNIB, Abdur Rozaq Waluyo Wasis Nugroho atau Gus Wal, menegaskan bahwa kekeringan tidak boleh terus dianggap sebagai persoalan musiman yang penyelesaiannya hanya mengandalkan distribusi air tangki.

Menurutnya, pemerintah pusat, Kementerian Sosial, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro harus lebih serius menghadirkan solusi yang nyata dan berkelanjutan.

“Air bersih adalah kebutuhan dasar rakyat, bukan kemewahan. Sangat ironis jika masyarakat masih kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari, sementara pemerintah memiliki kewenangan dan anggaran untuk mengantisipasinya,” katanya, Selasa, 13 Oktober 2026.

PNIB mengkritik lemahnya antisipasi dan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap penanganan kekeringan. Pemerintah pusat harus memperkuat koordinasi dan kebijakan, Kementerian Sosial memastikan dukungan bagi masyarakat rentan sesuai kewenangannya, Pemprov Jawa Timur memperkuat dukungan lintas daerah, serta Pemkab Bojonegoro menjamin bantuan yang merata dan tepat sasaran.

Bagi PNIB, distribusi air tangki penting untuk memenuhi kebutuhan darurat, tetapi tidak boleh menjadi solusi yang terus berulang setiap tahun tanpa penyelesaian akar masalah. Pemerintah perlu mempercepat pembangunan sumur bor, penampungan air, jaringan perpipaan, serta perlindungan sumber mata air di wilayah rawan kekeringan.

Gus Wal menambahkan, momentum Hari Santri dan Sumpah Pemuda harus dimaknai melalui tindakan nyata, bukan sekadar seremoni. Semangat pengabdian, gotong royong, persaudaraan, dan persatuan harus diwujudkan dengan membantu masyarakat yang membutuhkan tanpa membedakan latar belakang agama maupun kelompok.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *