SURYA.CO.ID, BANYUWANGI – Pemerintah mulai menggenjot proyek pengembangan infrastruktur vital di lintasan penyeberangan Jawa-Bali sejak tahun 2026.

Langkah masif itu berfokus pada peningkatan kapasitas dermaga serta pelebaran area parkir di kawasan pelabuhan.

Peningkatan fasilitas mendesak dilakukan guna mengurai kemacetan parah yang kerap melanda jalur penyeberangan sibuk itu.

Proyek ini diawali dengan menggenjot kapasitas dua dermaga utama di Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, dan Pelabuhan Gilimanuk, Bali.

Di Pelabuhan Ketapang, dermaga ponton yang mangkrak disulap menjadi jenis Moveable Bridge (MB) dengan kapasitas melonjak hingga 50 ton.

“Target kami, Dermaga MB II Gilimanuk bisa dioperasikan fungsional pada Desember 2026, sebelum libur panjang Natal dan Tahun Baru,” kata Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry, Windy Andale di Banyuwangi, Rabu (30/9/2026).

Sementara itu, dermaga baru di Ketapang ditargetkan rampung dan siap beroperasi sepenuhnya pada Maret 2027 mendatang.

ASDP juga memutar otak dengan memperluas kantong parkir agar kendaraan tidak lagi meluber ke badan jalan raya.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *