:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Angin-kencang-menerjang-tenda-kegiatan-kordar-para-pehobi-layangan-di-Bangkalan.jpg)
TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN – Dua kejadian angin kencang melanda lokasi berbeda di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, dalam sepekan terakhir.
Sementara itu, kejadian kedua menerjang tenda kopi darat (kopdar) komunitas layangan di sebuah lapangan Desa Lomaer pada Senin (12/10/2026) siang.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan, Moh Zainul Qomar, mengatakan fenomena angin kencang tersebut kerap terjadi saat masa pancaroba atau peralihan dari musim kemarau ke musim hujan.
“Memang telah terjadi puting beliung di sebuah lapangan Desa Lomaer, tepatnya saat kopdar para pehobi layangan sehingga membuat mereka panik. Seminggu sebelumnya juga terjadi di Puskesmas Kecamatan Kota, biasanya terjadi di siang hari dan sore hari,” ungkap Qomar, Selasa (13/10/2026) petang.
Menurut Qomar, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan karena angin kencang dapat datang secara tiba-tiba, terutama selama masa peralihan musim.
Kejadian angin kencang saat kopdar para pehobi layangan di sebuah lapangan Desa Lomaer itu terekam video kamera ponsel dan beredar di media sosial.
“Alhamdulillah dua kejadian itu tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Kejadian ini rutin dan biasa di musim kemarau, istilahnya ada tekanan rendah akibat pemanasan matahari yang ekstrim di suatu wilayah. Akhirnya terjadi angin puting beliung,” papar Qomar.
BPBD Bangkalan mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi angin kencang selama masa pancaroba.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber