Pamekasan (beritajatim.com) – Ancaman kebakaran di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, semakin mengkhawatirkan. Sepanjang Januari hingga 23 Agustus 2026, sebanyak 109 peristiwa kebakaran tercatat terjadi di berbagai wilayah. Dari jumlah tersebut, Agustus menjadi bulan paling rawan dengan sedikitnya 44 kejadian hanya dalam rentang waktu 30 hari.

Lahan ilalang dan bambu menjadi objek yang paling sering dilalap api. Namun, kobaran api juga menghanguskan rumah warga, bangunan, kendaraan, gudang, trafo listrik, hingga sejumlah fasilitas lainnya.

Berdasarkan rekapitulasi data kejadian kebakaran di Pamekasan, lonjakan kasus mulai terlihat memasuki pertengahan tahun dan mencapai puncaknya pada Agustus. Kebakaran lahan terbuka semakin mendominasi, terutama di tengah kondisi vegetasi yang mengering.

Jumlah tersebut meliputi 5 kejadian pada Januari, 4 kejadian pada Februari, 3 kejadian pada Maret, 4 kejadian pada April, 9 kejadian edisi Mei, 19 kejadian pada Juni, 21 kejadian pada Juli, serta 44 kejadian pada Agustus 2026.

“Total peristiwa kebakaran selama Januari hingga 30 Agustus 2026, terdata sebanyak 109 kejadian. Lonjakan paling mencolok terjadi pada Agustus 2026, tercatat sebanyak 44 kasus. Angka ini dua kali lipat dibandingkan Juni dan Juli, serta menjadi jumlah tertinggi selama periode yang tercatat dalam rekapitulasi,” kata Kasi Ops Damkar Satpol-PP dan Damkar Pamekasan, Zainuddin, Senin (31/8/2026).

Sebagian besar kejadian pada Agustus menyasar lahan ilalang dan bambu. Bahkan dalam satu hari, petugas harus menangani sejumlah kebakaran di lokasi berbeda. “Seperti pada 14 Agustus 2026, sejumlah kebakaran terjadi hampir bersamaan di berbagai wilayah. Lokasi kejadian meliputi Kowel, Branta Tinggi, Karang Dalam, Asemanis Satu, hingga Jungcangcang,” ungkapnya.

“Kebakaran juga terus berlanjut pada 15 Agustus di sejumlah lokasi, termasuk kebakaran lahan ilalang di Dusun Pokpoh, Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan. Dalam catatan, luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 3.000 meter persegi. Peristiwa kebakaran lahan di lokasi tersebut bahkan terjadi dua kali dalam satu hari,” imbuhnya.

Kebakaran lahan dengan skala luas juga terjadi di sejumlah lokasi lain. Pada 15 Juli, lahan ilalang seluas sekitar 3.000 meter persegi terbakar di Nyalaran Gang X, Kelurahan Kowel, Kecamatan Pamekasan. “Kemudian pada 29 Juli, kebakaran melanda lahan ilalang seluas sekitar 2.500 meter persegi di Jalan Raya Nyalaran, Kelurahan Kowel,” jelasnya.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *