
SURABAYA ( Kabarjawatimur) – Koordinator Pedagang Pasar Surabaya, Gus Hafidz atau yang akrab disapa Abu Nawas, mendesak Direktur Pembinaan Pedagang PT Pasar Surya (Perseroda),
SURABAYA (KabarJawatimur) — Beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak kembali mendapat dukungan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) aspirasi Anggota DPR RI Puti Guntur
SURABAYA (KabarJawatimur) — Tingginya angka perceraian di Jawa Timur menjadi alarm serius bagi pemerintah dan masyarakat untuk memperkuat ketahanan keluarga. Upaya pencegahan dinilai tidak boleh baru dilakukan ketika rumah tangga sudah berada di ambang perpisahan.
Ketua Fraksi PKS DPRD Jawa Timur, Hj. Lilik Hendarwati, mengatakan persoalan keluarga tidak bisa lagi sepenuhnya dipandang sebagai urusan privat. Menurutnya, kondisi keluarga memiliki kaitan langsung dengan ketahanan sosial masyarakat.
Hal itu disampaikan Lilik dalam Sosialisasi Dewan DPRD Jawa Timur bertema “Penguatan Ketahanan Keluarga sebagai Fondasi Ketahanan Sosial Masyarakat”, Sabtu (29/8/2026).
“Kalau kita ingin membangun masyarakat yang aman, rukun, peduli, sejahtera dan tangguh menghadapi perubahan, maka jangan hanya membangun lingkungannya. Bangun juga keluarganya,” ujar Lilik.
Ia menyoroti data perceraian di Jawa Timur yang menunjukkan tingginya persoalan rumah tangga. Berdasarkan data Pengadilan Tinggi Agama Surabaya yang diberitakan ANTARA, tercatat 79.270 perkara perceraian pada 2023 dan meningkat menjadi 79.309 perkara pada 2024.
Sementara itu, sepanjang Januari hingga Juni 2026 tercatat 52.185 perkara perceraian. Perselisihan dan pertengkaran menjadi faktor terbesar dengan 17.211 perkara, disusul persoalan ekonomi sebanyak 16.468 perkara.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber