MALANG DISWAYMALANG.ID– Daun kelor yang selama ini identik dengan sayuran rumahan ternyata sudah menjadi komoditas ekspor bernilai ekonomi. Dari Jawa Timur, produk kelor telah menembus pasar China dalam jumlah puluhan hingga ratusan ton.

Salah satu catatan terbesar datang dari Kabupaten Sumenep, Madura. Pada 2022, sebanyak 200 ton daun kelor olahan disiapkan untuk dikirim ke China melalui perusahaan lokal PT Sumekar Bangun Persada. Pengiriman dilakukan secara bertahap sesuai kontrak ekspor.

Tak berhenti di Sumenep, aktivitas ekspor juga dilakukan perusahaan pengolahan kelor di Mojokerto. Pada April 2024, PT Moringa Indonesia Fangardana atau MORIFA melepas 20 ton daun kelor kering dalam satu kontainer berukuran 40 feet untuk pembeli di China.

Jika merujuk pada dua catatan ekspor tersebut, sedikitnya terdapat 220 ton pengiriman daun kelor dari Jawa Timur ke China yang terdokumentasi dalam dua momentum berbeda.

Namun, angka 220 ton tersebut bukan berarti total seluruh ekspor daun kelor Jawa Timur. Angka tersebut merupakan akumulasi dari dua catatan pengiriman yang diketahui, yakni kontrak ekspor Sumenep pada 2022 dan pengiriman MORIFA dari Mojokerto pada 2024.

Data ekspor komoditas kelor juga memiliki persoalan tersendiri. Produk yang masuk pasar internasional tidak selalu dikirim dalam bentuk daun segar. Ada yang berupa daun kering, bubuk atau tepung kelor, teh, hingga produk turunan lainnya.

Karena itu, angka ekspor berdasarkan komoditas kelor tidak selalu dapat langsung dibandingkan dengan statistik ekspor berdasarkan satu kode barang tertentu.

Kabupaten Sumenep menjadi salah satu daerah Jawa Timur yang paling menonjol dalam pengembangan kelor untuk pasar internasional.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *