KEDIRI, KOMPAS.com — Hampir seluruh kios di Pasar Bandar, Kota Kediri, Jawa Timur, tutup pada Selasa (1/9/2026). Kondisi itu membuat aktivitas jual beli di pasar tradisional tersebut nyaris lumpuh.

Para pedagang memilih menutup kios dan mogok berjualan sebagai bentuk protes terhadap regulasi pengelolaan pasar oleh PD Pasar Pemkot Kediri yang dinilai memberatkan.

Yunus, perwakilan pedagang, mengatakan, aksi mogok dilakukan setelah berbagai upaya komunikasi dengan pengelola pasar belum membuahkan hasil.

“Sehingga kami sepakat mogok jualan satu hari ini,” ujar Yunus kepada Kompas.com, Selasa (1/9/2026).

Yunus mengatakan, salah satu keberatan utama ratusan pedagang adalah sejumlah pungutan yang diberlakukan oleh pengelola pasar.

Pungutan pertama berupa karcis masuk bagi pengunjung pasar. Menurut Yunus, kebijakan tersebut tidak tepat diterapkan di pasar tradisional karena pasar merupakan sentra usaha mikro.

Ia mengeklaim pemberlakuan karcis masuk berdampak pada penurunan jumlah pembeli hingga sekitar 30 persen.

“Sejak tiga tahun lalu diberlakukan karcis masuk. Motor Rp 2.000 dan mobil Rp 5.000. Dampaknya pembeli turun drastis sampai 30 persen,” ujar Yunus.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *