:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Data-Desil-Penerima-Bansos-Kediri.jpg)
SURYA.co.id, KEDIRI – Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri bergerak cepat melakukan verifikasi ulang terhadap data desil masyarakat.
Langkah ini diambil menyusul adanya temuan ketidaksesuaian antara tingkat kesejahteraan warga di lapangan dengan data administratif yang ada.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, mengungkapkan bahwa perubahan desil yang tidak wajar menjadi perhatian serius.
Pasalnya, status desil sangat menentukan apakah seorang warga berhak menerima bantuan sosial (bansos) atau tidak. Warga yang desilnya naik secara drastis terancam kehilangan akses terhadap berbagai program bantuan pemerintah.
“Beberapa hari terakhir kita dihadapkan dengan fenomena adanya perubahan desil yang tidak wajar. Ada masyarakat yang berdasarkan kondisi riil seharusnya masuk dalam desil satu, tetapi setelah dilakukan survei justru berubah menjadi desil enam,” ujar Vinanda saat memimpin rapat koordinasi di Ruang Joyoboyo, Balai Kota Kediri, Senin (31/8/2026).
Untuk memastikan akurasi data, Pemkot Kediri tidak hanya mengandalkan Dinas Sosial. Vinanda menginstruksikan pembentukan tim gabungan yang melibatkan berbagai unsur kewilayahan dan keamanan.
Selain Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Taruna Siaga Bencana (Tagana), validasi ini juga akan melibatkan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta jajaran kecamatan dan kelurahan.
Kolaborasi ini dianggap krusial mengingat jumlah penduduk Kota Kediri yang mencapai 300 ribu jiwa. Keterlibatan banyak pihak diharapkan mampu mempercepat proses pemutakhiran data yang faktual.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber