
Madiun (ANTARA) – Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika hingga melibatkan pemerintahan tingkat kelurahan dengan mendukung program Kelurahan Bersih Narkoba atau “Kelurahan Bersinar” di wilayah setempat.
Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun mengatakan peran pemerintah di tingkat kelurahan sangat strategis dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba. Itu karena peredaran narkotika saat ini tidak hanya terjadi di pusat kota, namun juga hingga ke pinggiran, seperti kelurahan atau desa.
“Pemerintah kota dalam hal ini mendukung dengan memberikan fasilitasi kegiatan-kegiatan yang bisa menjauhkan warga, mulai dari pelajar hingga masyarakat umum akan potensi menggunakan narkoba,” ujar Bagus dalam kegiatan Sosialisasi Peran Serta Masyarakat dalam Mewujudkan Kelurahan Bersinar (Bersih Narkotika) di Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Senin.
Kegiatan sosialisasi tersebut tidak hanya diikuti oleh warga umum, namun juga kaum pelajar, mahasiswa, hingga lulusan muda di lingkungan Kecamatan Manguharjo. Melalui sosialisasi tersebut, ia mengatakan bahwa perlindungan terhadap generasi muda menjadi perhatian penting pemerintah.
“Ancaman saat ini tidak hanya datang dalam bentuk perang secara langsung, tetapi juga melalui berbagai cara, salah satunya penyalahgunaan narkoba,” katanya.
Menurut dia, Kelurahan Bersinar adalah program strategis nasional yang dibentuk untuk menciptakan kawasan tingkat desa atau kelurahan yang memiliki ketahanan diri serta kepedulian tinggi terhadap Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).
Program Kelurahan Bersinar tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga mengedepankan upaya pencegahan, edukasi, dan rehabilitasi berbasis masyarakat. Sehingga kelurahan mampu membangun ketahanan bagi warganya dari bahaya narkoba.
Sementara itu, perkembangan zaman membuat bentuk narkoba semakin beragam. Karena itu, pengetahuan dan pemahaman generasi muda perlu terus diperkuat agar mampu mengenali sekaligus menghindari potensi penyalahgunaan narkotika.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber