:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Suasana-khidmat-peringatan-Maulid-Nabi-Muhammad-SAW-dan-Istighotsah-Jamaah-Dzikir-Nurul-Wathon.jpg)
SURYA.co.id, Banyuwangi – Tiga pesan penting disampaikan oleh KH Fathulloh Suyuti Toha, pengasuh Pondok Pesantren Mansyaul Huda, dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Istighotsah Jamaah Dzikir Nurul Wathon di Ponpes Mansyaul Huda, Dusun Tegal Dlimo, Desa Tegal Dlimo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (28/8/2026).
Pesan tersebut menyoroti ukhuwah wathaniyah dan basyariyah, kerakyatan, serta etika politik sebagai pedoman moral bagi bangsa.
Dalam acara yang dihadiri TNI, Polri, habaib, masyarakat, dan perwakilan lintas iman, KH Suyuti Toha atau akrab disapa Mbah Yai, menegaskan pentingnya menjaga dua nilai utama Nurul Wathon: Ukhuwah Wathaniyah dan Ukhuwah Basyariyah.
Ia menekankan bahwa setiap warga negara memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga keselamatan dan kesejahteraan bangsa.
Selain itu, Mbah Yai menyoroti nilai kerakyatan, yakni kesadaran akan hak dan kewajiban rakyat serta perlindungan terhadap mereka dari tindakan sewenang-wenang.
“Nurul Wathon konsisten dan proaktif memberikan penyadaran tentang hak-hak dan kewajiban rakyat, melindungi dan membela mereka dari perlakuan sewenang-wenang dari pihak mana pun,” jelasnya.
Pesan ketiga menyoroti etika politik, yang menurut Mbah Yai harus ditanamkan agar kehidupan politik di Indonesia tetap bermoral dan berakhlakul karimah.
“Etika politik harus ditanamkan agar kehidupan politik bermoral, berakhlakul karimah, tidak menghalalkan segala macam cara,” imbuhnya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber