/data/photo/2026/09/02/6a9732eecd69b.jpeg)
SIDOARJO, KOMPAS.com – Ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manba’ul Hikam di Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, dilaporkan mengalami keracunan massal usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (1/9/2026).
Hingga Rabu (2/9/2026), tercatat sebanyak 431 santri dan santriwati harus dilarikan ke sejumlah rumah sakit di Sidoarjo untuk mendapatkan perawatan medis intensif. Makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan masal ini didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin.
Wakil Gubernur Jawa Timur yang juga menjabat sebagai Kepala Satgas MBG Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengonfirmasi bahwa kasus keracunan MBG ini tidak hanya terjadi di Ponpes Manba’ul Hikam, tetapi juga meluas ke sejumlah sekolah lain yang menerima pasokan dari dapur penyedia yang sama.
Peristiwa keracunan MBG ini bermula saat makanan tiba di pesantren sekitar pukul 11.30 WIB. Sebanyak 1.000 santri dan santriwati tingkat SMP/MTs hingga SMA/MA kemudian mengonsumsi menu tersebut secara bersamaan pada pukul 13.00 WIB.
Menu MBG yang dibagikan oleh SPPG Kalitengah terdiri dari nasi putih, telur orak-arik (sebagian santri menyebut telur dadar), tempe bumbu bali, tumis buncis baby corn, dan buah apel.
Salah seorang santri, Ahsan (yang juga disapa Hasan), menceritakan bahwa gejala keracunan MBG baru mulai dirasakan para santri beberapa jam setelah makan siang.
“Gejalanya mulai habis asar. Ada yang bolak-balik ke kamar mandi, mengeluh perutnya sakit. Ada yang ke UKS juga,” kata Ahsan saat ditemui di RSUD Sidoarjo, Selasa (1/9/2026).
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber