Sidoarjo (beritajatim.com) – Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Jawa Timur mengambil tindakan tegas setelah puluhan hingga ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Putat, Tanggulangin, Sidoarjo, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

BGN Regional Jawa Timur memutuskan melakukan suspend sementara terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah Tanggulangin, yang menjadi dapur pemasok makanan untuk para santri dan sejumlah sekolah.

Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur, Teguh Bayu Wibowo, mengatakan pihaknya langsung mendatangi SPPG Kalitengah setelah menerima laporan mengenai kejadian tersebut.

“Kami sudah mendapatkan informasi langsung dan kami bergerak ke dapur SPPG yang menyuplai ke pondok. Untuk saat ini, SPPG berhenti operasional, dan surat suspend sementara sudah turun,” kata Teguh, Rabu (2/9/2026).

Teguh menjelaskan, SPPG Kalitengah Tanggulangin memiliki kapasitas distribusi sekitar 2.800 porsi makanan setiap hari. Makanan tersebut disalurkan ke sejumlah sekolah dan pesantren.

Dari total tersebut, sekitar 1.000 porsi di antaranya diperuntukkan bagi santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam.

“Untuk hari ini 2.800. Sekolah dan pesantren. Di pesantren itu ada sekitar 1.000-an, sisanya di luar pesantren, di sekolah,” ucapnya.

Penghentian sementara operasional SPPG dilakukan sebagai langkah awal untuk memastikan keamanan makanan yang diproduksi dan didistribusikan melalui dapur tersebut.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *