TANGGULANGIN, SIDOARJONEWS.id – Jumlah santri yang mengalami keluhan kesehatan di lingkungan MA dan MTs Manba’ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, terus bertambah. Berdasarkan data sementara yang dihimpun di lapangan hingga pukul 21.30 WIB, Selasa (1/9/2026), sebanyak 322 pasien telah menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi setelah para santri dan siswi menyantap makan siang dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Makanan sebanyak sekitar 1.010 porsi dikirim dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah pada pukul 12.30 WIB dan kemudian disantap sekitar pukul 13.00 WIB.

Keluhan kesehatan mulai muncul beberapa jam setelah makan. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, sekitar pukul 16.00 WIB sejumlah santri mengeluhkan pusing, mual, muntah, diare, serta sesak napas.

Pengurus pesantren kemudian membawa santri yang mengalami keluhan ke bidan terdekat di Desa Putat. Ketika jumlah santri yang mengeluhkan kondisi serupa bertambah, pengurus mulai mencari armada dan menghubungi ambulans untuk proses evakuasi.

Sekitar pukul 16.30 WIB, sedikitnya 15 santri dilaporkan mengalami pusing, mual, dan muntah. Mereka kemudian dievakuasi menuju sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya RS Pusura dan RSUD Sidoarjo.

Pada pukul 17.45 WIB, pihak PIC Mamba’ul Hikam menghubungi Kepala SPPG untuk menyampaikan laporan mengenai kejadian tersebut. Saat laporan awal disampaikan, jumlah santri yang mengalami keluhan disebut sekitar 20 orang.

Sekitar pukul 18.30 WIB, Korcam bersama Kepala SPPG kemudian menuju MA dan MTs Manba’ul Hikam. Kedatangan tersebut untuk memastikan kondisi dan situasi yang terjadi di lingkungan pesantren.

Jumlah pasien kemudian terus diperbarui seiring proses pendataan dan evakuasi. Hingga pukul 21.30 WIB, data sementara yang dihimpun menunjukkan jumlah pasien mencapai 322 orang.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *