Jember (beritajatim.com) – Kapasitas fiskal atau kemampuan keuangan untuk Perubahan Anggaram Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Jember Tahun Anggaran 2026 mengalami defisit sebesar Rp648,22 miliar.

SiLPA atau sisa APBD Tahun Anggaran 2025 hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan adalah sebesar Rp648,22 miliar, termasuk di dalamnya Rp150,56 miliar SiLPA earmark atau Sisa Lebih Perhitungan Anggaran yang sudah jelas penggunaannya.

Dengan demikian SiLPA yang masih dapat digunakan untuk menutup defisit APBD Tahun Anggaran 2026 adalah sebesar Rp497,65 miliar. Pada APBD Awal Tahun Anggaran 2026 perkiraan SiLPA yang dianggarkan untuk menutup defisit adalah sebesar Rp182,62 miliar.

Ada lima jurus yang disampaikan Bupati Muhammad Fawait dalam sidang paripurna Nota Pengantar Keuangan Perubahan APVD 2026, di gedunh DPRD Kabupaten Jember, Selasa (1/9/2026).

Pertama, merasionalisasi anggaran rutin dengan mengurangi pengeluaran non-produktif. Berikutnya adalah merasionalisasi anggaran yang dimungkinkan sampai dengan akhir tahun tidak terserap.

“Ketiga, perhitungan ulang kebutuhan gaji ASN sesuai pemutakhiran data pegawai. Lalu mengoptimalkan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun anggaran sebelumnya yang telah diaudit oleh BPK untuk menutup celah defisit belanja tahun berjalan, dan mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah,” kata Gus Fawait.

Gus Fawait mengingatkan, ada sejumlah program prioritas Kabupaten Jember Tahun Anggaran 2026 yang perlu didukung bersama, yakni  mengentaskan kemiskinan dan perlindungan sosial yang merata, mewujudkan sumber daya manusia yang religius, unggul dan setara, dan membangun birokrasi yang profesional, humanis dan melayani serta penerapan teknologi informasi untuk meningkatkan inovasi pelayanan publik.

Selain itu, Gus Fawait ingin meewujudkan infrastruktur yang berkualitas dan, penataan kota berbasis pembangunan berkelanjutan dan mempercepat pertumbuhan ekonomi kerakyatan dan penguatan ketahanan pangan.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *