Kasus keracunan massal yang diduga akibat mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo membuat para korban serta orangtua berharap agar program tersebut tidak dilanjutkan.

Hal itu diungkapkan Syafaat warga Ketegan orang tua dari MR salah satu santri kelas tujuh di Pondok Pesantren Manbaul Hikam Sidoarjo yang masih menjalani perawatan di RSUD Notopuro Sidoarjo hingga Rabu (2/9/2026) sore.

Saat ditemui di ruang IGD RSUD Notopuro Sidoarjo, Syufaat menceritakan putranya telah mengkonsumsi menu MBG di pondok yang berisi telur orak-arik, tempe dan sayur yang didistribusikan oleh SPPG Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin sekitar pukul 13.00 WIB, Selasa (1/9/2026) kemarin.

Sehari usai menyantap makanan tersebut, MR mulai mengalami gejala pusing serta mual sejak pukul 06.00 WIB pagi tadi. Karena kondisi yang tidak kunjung membaik, ia akhirnya dilarikan ke RSUD Notopuro Sidoarjo pada pukul 14.00 WIB.

“Jam 2 siang tadi (dibawa ke rs). Yang dirasakan pusing sama mulai sejak 06.00 pagi, (menunya) orak-arik telur, tempe. (Makan MBG) sekitar jam 13.00 kemarin,” katanya.

PT RADIO FISKARIA JAYA SUARA SURABAYA, Suara Surabaya Media www.suarasurabaya.net adalah portal berita yang berdiri sejak tahun 1999, bagian dari Suara Surabaya Media yang lahir sejak 11 Juni 1983

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *