:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Pemkab-Jember-mendapat-tambahan-dana-transfer-Rp223-miliar-dalam-P-APBD-2026.jpg)
SURYA.co.id, JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember menyiapkan strategi khusus untuk meningkatkan rata-rata lama sekolah masyarakat berusia 25 tahun ke atas.
Salah satunya dengan menggandeng kelompok pengajian untuk mengintegrasikan kegiatan keagamaan dengan program pendidikan kesetaraan atau Kejar Paket.
Rencana tersebut disampaikan Bupati Jember Muhammad Fawait saat menyampaikan nota pengantar Raperda Perubahan APBD (P-APBD) Tahun Anggaran 2026 dalam rapat paripurna DPRD Jember, Selasa (1/9/2026).
Bupati Fawait mengatakan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi salah satu fokus pemerintah daerah dalam pemanfaatan tambahan dana transfer dari pemerintah pusat.
Menurutnya, terdapat tiga sektor utama yang menjadi penopang IPM, yakni kesehatan, pertumbuhan ekonomi, serta pendidikan yang salah satunya diukur melalui rata-rata lama sekolah.
“Kesehatan dan pertumbuhan ekonomi sudah on the track. Di kesehatan ada layanan homecare, juga UHC (Universal Health Coverage). Nah di pendidikan ini rata-rata lama sekolah yang berusia 25 tahun ke atas,” ujar Fawait.
Untuk mengejar peningkatan indikator pendidikan tersebut, Pemkab Jember akan mencari pola pembelajaran yang lebih mudah dijangkau masyarakat dewasa.
Kelompok-kelompok pengajian dinilai dapat menjadi mitra strategis dalam pelaksanaan pendidikan kesetaraan.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber