Proyek rehabilitasi tersebut telah melalui proses tender dengan nilai kontrak mencapai Rp 2,4 miliar. Pekerjaan dimulai pada 24 Agustus 2026 dan ditargetkan rampung pada 7 Desember 2026. Dengan begitu, Stadion Canda Bhirawa diharapkan tidak hanya menjadi lokasi pertandingan atau kegiatan olahraga tertentu, tetapi juga dapat berkembang sebagai pusat aktivitas olahraga masyarakat, khususnya di Kecamatan Pare.

Sementara itu, pembangunan Stadion Gelora Daha Jayati (GDJ) yang berlokasi di Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan, kini memasuki tahap ketiga dengan fokus pada pembangunan bagian utama stadion. Pekerjaan pada tahap ini meliputi pemasangan konstruksi rangka serta penutup atap.

Pemerintah Kabupaten Kediri berharap kedua proyek tersebut dapat memperluas dan memeratakan ketersediaan fasilitas olahraga di daerah. Secara umum, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pembinaan atlet hingga kegiatan olahraga masyarakat di Kabupaten Kediri. (*)

INFO TEMPO – Pemerintah Kabupaten Kediri terus memperkuat fasilitas olahraga guna mendukung pembinaan atlet sekaligus menyediakan sarana yang representatif bagi masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui rehabilitasi Stadion Canda Bhirawa Pare, terutama pada bagian jogging track dan drainase, serta melanjutkan pembangunan Stadion Gelora Daha Jayati (GDJ) tahap ketiga.

“Dengan kegiatan rehab ini, kita berharap fasilitas olahraga di Kabupaten Kediri menjadi semakin representatif, baik untuk kegiatan pembinaan atlet, maupun kegiatan olahraga masyarakat,” kata Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.

Adapun Stadion Canda Bhirawa Pare yang berlokasi di Jalan PB Sudirman, Dusun Puhrejo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, mendapat perhatian Pemkab Kediri melalui rehabilitasi pada 2026. Selain pembenahan jogging track, rehabilitasi juga mencakup pembangunan saluran drainase keliling di tepi lapangan menggunakan konstruksi U Ditch.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Kediri Irwan Chandra Wahyu Purnama mengatakan keberadaan drainase bertujuan mencegah terjadinya genangan saat musim hujan. Dengan begitu, fasilitas di kawasan stadion dapat tetap berfungsi dengan baik dan lebih nyaman digunakan masyarakat.

“Supaya tidak terjadi genangan saat musim hujan, kita buatkan saluran keliling untuk pembuangan air,” ujarnya.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *