
Sebanyak 431 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, diduga mengalami keracunan usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (1/9). Para santri kini menjalani perawatan di delapan rumah sakit rujukan.
Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua Satgas MBG Jatim, Emil Elestianto Dardak, membantah kabar yang sempat beredar mengenai adanya korban jiwa dalam peristiwa keracunan massal akibat MBG ini.
“Tolong juga, tadi ada kabar mohon maaf meninggal, itu tidak betul. Tidak ada yang meninggal,” tegasnya saat meninjau korban di RSUD RT Notopuro, Sidoarjo, Rabu (2/8).
Ia mengungkapkan keluhan serupa tidak hanya dialami santri Ponpes Manbaul Hikam, melainkan juga siswa dari sejumlah sekolah lain yang menerima manfaat dari dapur penyedia MBG yang sama.
“Nah, memang juga ada data yang menunjukkan selain dari pondok pesantren beliau, Mambaul Hikam ada juga dari sekolah-sekolah lain itu juga mengalami keluhan. Jadi, kesamaannya adalah konsumsi dari SPPG yang sama, SPPG Tanggulangin Kalitengah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Emil mengapresiasi respons cepat sejumlah pihak dalam menangani ratusan santri yang datang ke rumah sakit. Emil menyebut total terdapat 19 lembaga pendidikan yang terdampak akibat kejadian ini. Selain pesantren, ada juga SMA, SMP, SD hingga TK. Seluruhnya berada di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo.
“Ada 19 lembaga yang terdampak. Ada 19 lembaga pendidikan yang terdampak, salah satunya Ponpes Manbaul Hikam,” kata dia.
“Ada SMA swasta, ada juga SMP, SD swasta juga ya. TK pun juga ada,” tambah ketua Demokrat Jatim ini.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber