
SURABAYA ( Kabarjawatimur) – Koordinator Pedagang Pasar Surabaya, Gus Hafidz atau yang akrab disapa Abu Nawas, mendesak Direktur Pembinaan Pedagang PT Pasar Surya (Perseroda),
SURABAYA (KabarJawatimur) — Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Pdt. Rio Pattiselanno, menyoroti kualitas pelayanan publik di tengah viralnya persoalan layanan administrasi kependudukan
SURABAYA (KabarJawatimur) — Serapan anggaran Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Surabaya menjadi sorotan DPRD. Dari total anggaran sekitar Rp1,9 triliun, hingga 28 Agustus 2026 realisasinya disebut baru mencapai sekitar Rp11 miliar.
“Di dalam pembahasan anggaran perubahan keuangan, saya menemui data yang agak di luar kebiasaan. Di bagian keuangan, Badan Pengelolaan Aset dan Keuangan itu ada anggaran Rp1,9 triliun, tetapi hanya tercapai Rp11 miliar,” kata Machmud, Rabu (2/9/2026).
Menurut politisi Partai Demokrat itu, besarnya selisih antara pagu dan realisasi anggaran perlu mendapat perhatian serius. Ia khawatir percepatan penyerapan menjelang akhir tahun justru membuat pelaksanaan program dilakukan secara terburu-buru.
Machmud menegaskan, penyerapan anggaran tidak boleh sekadar mengejar tingginya persentase realisasi. Kualitas pekerjaan dan akuntabilitas penggunaan APBD harus tetap menjadi pertimbangan utama.
“Ini yang menurut saya agak tidak masuk akal. Padahal ini sudah Agustus. Apa bisa Pemkot menghabiskan sisanya dalam waktu empat bulan? Apa bisa Pemkot mengandalkan kualitas yang bagus kalau pekerjaannya cepat-cepat menghabiskan sisa anggaran triliunan itu?” ujarnya.
Sorotan Machmud tidak berhenti pada rendahnya serapan. Ia juga mempertanyakan penjelasan Pemkot yang menyebut sebagian anggaran tersebut berkaitan dengan dana pinjaman untuk pembangunan.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber