MALANG – Krisis air bersih akibat kekeringan pada puncak musim kemarau di Kabupaten Malang, Jawa Timur, meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat lebih dari 1 juta liter air bersih telah disalurkan kepada masyarakat di enam desa yang terdampak.
Berdasarkan laporan BPBD hingga Rabu (2/9/2026) pukul 21.00 WIB, enam desa di lima kecamatan telah menerima layanan distribusi air bersih. Total air yang telah didistribusikan mencapai 1.001.300 liter.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Malang Purwoto mengatakan distribusi tersebut telah menjangkau 2.857 kepala keluarga (KK) atau 8.957 jiwa. Bantuan disalurkan melalui 202 rit pengiriman.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Malang, wilayah permukiman yang telah menerima distribusi air bersih meliputi Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung; Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo; Desa Sumberagung dan Kedungbanteng, Kecamatan Sumbermanjing Wetan; Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan; serta Desa Kalirejo, Kecamatan Kalipare.
Sementara itu, Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, masih dalam proses assessment dan kaji cepat untuk memastikan serta memvalidasi kebutuhan air bersih masyarakat.
Purwoto mengatakan penanganan krisis air bersih dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan personel BPBD Kabupaten Malang, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Palang Merah Indonesia (PMI), PJT 1 Karangkates, Perumda Tirta Kanjuruhan, serta pihak swasta.
“Fokus kami saat ini optimalisasi posko, distribusi sesuai kebutuhan, pemantauan rutin daerah rawan, serta evaluasi dampak kekeringan,” jelasnya.
Ia menambahkan, krisis air bersih saat ini dipicu kondisi meteorologis yang memasuki puncak musim kemarau serta menurunnya debit sumber mata air. Selain itu, masih terdapat kendala infrastruktur yang belum optimal di sejumlah titik.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber