Cakra menyampaikan, pihaknya masih melakukan penelusuran untuk mengetahui penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan pada sejumlah siswa tersebut. Dugaan sementara mengarah pada salah satu bahan makanan yang digunakan dalam menu MBG, yakni udang yang diolah menjadi hidangan saus padang.

“Kalau dari indikasi, kemungkinan kita masih curiga terhadap udangnya. Karena, datangnya itu H-1. Sebenarnya dari petunjuk teknisnya kan memang datangnya harus H-1. Kalau untuk batch masaknya, itu sudah sesuai SOP. Nnggak melebihi batasnya,” ujar Cakra.

Cakra menjelaskan, menu MBG yang disajikan kepada para siswa saat kejadian terdiri dari udang saus padang, pepaya, sayur tumis, serta tahu. Menurutnya, proses pengolahan makanan telah dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

Sementara itu, distribusi menu yang sama dari SPPG Mangunan disebut telah menjangkau sejumlah sekolah di wilayah tersebut. Cakra menyebut terdapat 19 sekolah yang menerima menu MBG dengan jumlah penerima manfaat hampir mencapai 2.900 orang.

“Penerima manfaat sekitar 2.897, eh 99 ya, yang menerima menu yang sama. Iya, penerima menu hari ini, yang kemarin itu,” jelas Cakra.

Meski menu yang sama dikonsumsi oleh ribuan penerima manfaat, laporan gangguan kesehatan hanya diterima dari siswa tingkat SMP. Cakra menyebut pihaknya masih mendalami alasan mengapa keluhan tersebut hanya muncul pada kelompok siswa tertentu. “Hanya SMP saja,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang disampaikan, salah satu sekolah yang melaporkan kejadian tersebut adalah SMP Negeri 1 Kabuh dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 689 siswa. Namun, tidak seluruh siswa yang menerima menu tersebut mengalami keluhan kesehatan.

Cakra menegaskan, pemeriksaan masih dilakukan untuk mencari penyebab utama kejadian tersebut. Sampel dan sejumlah kemungkinan penyebab masih dalam tahap pengujian laboratorium. “Enggak semuanya. Ya ini masih diusut, kenapa kok cuma di SMP saja. Itu masih kita usut dari apa,” jelas Cakra.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *