Lamongan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Lamongan optimistis meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) menuju Rp1 triliun melalui percepatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).

Upaya tersebut diperkuat melalui High Level Meeting (HLM) ETPD 2026 di Aula Gadjah Mada Gedung Pemkab Lamongan, Kamis (3/9/2026).

HLM ETPD 2026 menjadi momentum menyatukan komitmen seluruh pihak dalam memperluas transaksi digital, memperkuat tata kelola, serta mengoptimalkan potensi pendapatan daerah.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menuturkan, digitalisasi harus menjadi kegiatan yang melekat dalam tata kelola pemerintahan sekaligus bagian dari upaya memperkuat kemandirian fiskal daerah.

“Kegiatan ini menjadi momentum untuk menyalakan api semangat menuju ETPD yang sukses 100 persen. Bagaimana masyarakat menggunakan transformasi digital menjadi kebiasaan, demikian juga menjadi mekanisme kerja kita,” kata Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu.

Berdasarkan data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lamongan, realisasi PAD per 31 Agustus 2026 mencapai Rp415.391.217.909,24 atau 59,36 persen dari target Rp696.661.688.100,00.

Capaian tersebut terdiri atas pajak daerah sebesar Rp195.488.859.575,62, retribusi daerah Rp166.475.405.482,96, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp11.808.144.218,75, serta lain-lain PAD yang sah sebesar Rp40.588.808.630,93.

Capaian PAD tersebut menunjukkan tren positif. Realisasi PAD tahun 2024 tercatat Rp533.066.314.023,22, meningkat menjadi Rp680.859.068.912,15 pada 2025. Sementara itu, realisasi hingga 31 Agustus 2026 telah mencapai Rp415,39 miliar dan masih berpotensi terus bertambah hingga akhir tahun.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *