:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Pendidikan-Sumenep-Moh-Iksan-memberikan-keterangan-di-ruang-kerjanya-agustus-2026.jpg)
TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP – Dugaan penganiayaan yang menyeret seorang guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Sumenep, Madura, menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan (Disdik) setempat.
Bukan hanya karena melibatkan seorang tenaga pendidik, tetapi juga lantaran korban merupakan ayah kandung dari terduga pelaku sendiri.
Kepala Disdik Kabupaten Sumenep, Moh Iksan, menyayangkan peristiwa yang menimpa Moh Suri (69), warga Kecamatan Saronggi, Sumenep, yang diduga menjadi korban penganiayaan oleh anaknya, Yoyok Sutrisno, seorang guru di SDN Tanah Merah 2 Kecamatan Saronggi.
Menurutnya, tindakan tersebut mencederai nilai-nilai yang seharusnya dijunjung tinggi oleh seorang pendidik.
“Ini kejadian yang sungguh memilukan bagi dunia pendidikan. Kok itu dilakukan oleh seorang guru dan malah kepada orang tuanya sendiri,” ucap Moh Iksan dengan penuh heran, Kamis (3/9/2026).
Ia menegaskan, perilaku tersebut tidak sejalan dengan amanat Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yang menempatkan kepribadian sebagai salah satu kompetensi utama yang wajib dimiliki seorang guru.
Karena itu, pihaknya menilai persoalan tersebut berkaitan erat dengan aspek kompetensi kepribadian guru yang bersangkutan.
“Kalau melihat peristiwa ini, kompetensi kepribadiannya tentu menjadi perhatian kami,” tegasnya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber