
Kabupaten Malang, blok-a.com – Volume sampah di Kabupaten Malang kini mencapai sekitar 1.100 ton per hari. Kondisi tersebut mendorong Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang mematangkan strategi pengelolaan sampah berbasis zona, termasuk menyiapkan fasilitas pengolahan baru.
Kepala DLH Kabupaten Malang Ahmad Dzulfikar Nurrahman mengatakan, tingginya volume sampah membutuhkan sistem pelayanan yang tidak hanya mengandalkan satu lokasi pembuangan akhir. Pembagian zona dinilai penting untuk mengatur pengangkutan sekaligus menentukan lokasi fasilitas pengelolaan sampah.
“Aspek transportasi dan pelayanannya berdasarkan zona sangat penting disiapkan. Terutama, dalam menentukan lokasi fasilitas pengelolaan dan pengolahan sampah akhir (TPA),” kata pria yang akrab disapa Avi ini, Kamis (3/9/2026).
Avi menambahkan, kondisi geografis Kabupaten Malang yang luas menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan pola pengelolaan sampah. Jika seluruh sampah diarahkan menuju satu titik, beban terhadap wilayah tersebut akan semakin besar.
“Pengelolaan berbasis zona dapat menjadi salah satu solusi agar distribusi pelayanan lebih merata dan tidak seluruh sampah harus diangkut ke satu lokasi,” tambahnya.
Di sisi lain, rencana pembangunan fasilitas pengolahan sampah untuk kawasan Malang Raya juga masih dalam tahap pencarian lokasi. Fasilitas tersebut dirancang dengan sistem aglomerasi yang melibatkan Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu.
Dengan konsep tersebut, penentuan lokasi tidak bisa dilakukan hanya oleh satu pemerintah daerah. Persetujuan dari seluruh daerah yang tergabung dalam Malang Raya menjadi salah satu bagian penting dalam prosesnya.
“Karena sistemnya aglomerasi tiga kabupaten/kota, tidak bisa hanya dari sisi Kabupaten Malang saja yang menentukan. Harus ada persetujuan seluruh pemangku daerah Malang Raya,” tuturnya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber