TRIBUNJATIM.COM, MADIUN – Petani di Desa Klumutan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur mulai merasakan manfaat budidaya pertanian organik

Dengan mengoptimalkan pestisida nabati dan meninggalkan pestisida kimia, petani dapat menekan ongkos produksi tanpa mengorbankan produksi hasil panen.

Petani Desa Klumutan, Sukardiono mengaku ketika menggunakan pestisida nabati, ongkos produksi budidaya padi bisa ditekan 70 hingga 80 persen jika dibandingkan menggunakan pestisida kimia.

“Kami petani yang jelas sangat menguntungkan. Dari segi biaya produksi, kita bisa menekan hampir 80 persen,” kata Sukardiono ditemui saat Temu Lapang Manajemen Tanaman Sehat di Desa Klumutan, Rabu (2/9/2026).

Sedangkan dari hasil panen, ada peningkatan kualitas serta kuantitas. Jika sebelumnya setiap 1.500 meter persegi lahan sawah produksi padi tidak mencapai 1 ton, setelah menggunakan Manajemen Tanaman Sehat (MTS) hasil panen petani bisa tembus di atas 1 ton.

“Dari segi warna kelihatan natural sekali. Kalau kita pakai beras yang konvensional tu berasnya bening. Tapi kalu pakai nabati lebih natural,” lanjutnya.

Salah satu kunci penerapan MTS di Desa Klumutan adalah mengurangi bahkan menghentikan penggunaan bahan kimia dalam pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT).

Petani memanfaatkan berbagai bahan biologis yang tersedia di lingkungan sekitar. Salah satunya adalah Paeni yang dibuat dari limbah air kedelai.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *