Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya menyampaikan permohonan maaf atas kasus keracunan yang dialami lebih dari 748 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Sidoarjo, Jawa Timur, akibat mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Permintaan maaf itu disampaikan langsung Wakil Ketua BGN Mayjen TNI (Purn) Trenggono saat mengunjungi lokasi kejadian. Ia ditemui langsung oleh Pengasuh Ponpes Manbaul Hikam KH Abdul Wahid Harun.

“Kami juga saya sampaikan permohonan maaf kami atas mungkin kelalaian ataupun ketidakpatuhan petugas dapur dalam mengoperasikan sehingga adanya kejadian fatal,” kata Trenggono, di Sidoarjo Jumat (4/9).

Trenggono menyebut kejadian itu diduga terjadi akibat kelalaian maupun ketidakpatuhan petugas dapur dalam menjalankan prosedur operasional saat menyiapkan menu MBG untuk para santri.

Berdasarkan laporan pengasuh pondok pesantren, jumlah santri yang terdampak mencapai 740-an santri. Trenggono menyebut hingga Jumat pagi mayoritas korban sudah kembali ke pondok pesantren dan hanya tersisa puluhan orang yang masih menjalani perawatan.

“Jadi perlu saya sampaikan bahwa atas laporan dari pengasuh pondok pesantren yang terdampak adalah 740-an, kemudian sampai dengan pagi ini sudah kembali semua, tinggal 22 di sembilan rumah sakit atau tempat kesehatan dan semua sudah dalam kondisi pulih, dalam kondisi baik,” kata dia.

Sebagai tindak lanjut, BGN memastikan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah Tanggulangin yang menjadi sumber makanan penyebab keracunan langsung dihentikan operasionalnya.

Disinggung mengenai evaluasi program MBG secara keseluruhan, Trenggono menegaskan pihaknya terus memperbaiki tata kelola program tersebut.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *