BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut sejumlah wilayah di Jawa Timur mulai masuk kategori kekeringan ekstrem. Kabupaten Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan termasuk wilayah yang mendapat perhatian akibat panjangnya periode tanpa hujan.

Informasi tersebut disampaikan BMKG Stasiun Meteorologi Tuban yang wilayah pemantauannya mencakup Kabupaten Tuban, Bojonegoro, dan Lamongan.

BMKG menyebut indikator kekeringan tersebut terlihat dari periode Hari Tanpa Hujan (HTH) yang telah berlangsung cukup panjang di tiga wilayah tersebut.

“Sobat sadar nggak, kalau di Kabupaten Tuban, Lamongan, dan Bojonegoro, Hari Tanpa Hujan (HTH) sudah panjaaaang sekali. Itu artinya, kita sudah memasuki kategori kekeringan ekstrem,” demikian disampaikan kanal media sosial resmi BMKG Tuban @bmkgtuban, jumat (4/9).

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena musim kemarau yang berlangsung panjang berpotensi meningkatkan dampak kekeringan terhadap masyarakat, lingkungan, hingga ketersediaan air.

BMKG sebelumnya telah melakukan sejumlah upaya untuk mengurangi dampak kondisi tersebut. Salah satunya melalui operasi modifikasi cuaca (OMC) yang dilakukan untuk membantu mengisi waduk dan mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Meski demikian, BMKG menilai penanganan dampak kekeringan tidak dapat hanya mengandalkan upaya pemerintah. Peran masyarakat dan pemerintah daerah diperlukan untuk menghadapi kondisi kemarau yang berkepanjangan.

“Mari saling menjaga dan bahu-membahu melewati musim kemarau ini. Jaga kesehatan dan pastikan kecukupan cairan tubuhmu setiap hari,” tambahnya.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *