Malang, Jawa Timur (ANTARA) – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 8 Surabaya akan mengembangkan kawasan Stasiun Malang, Kota Malang, Jawa Timur pada akhir 2026 guna mendukung kemudahan pergerakan masyarakat pengguna layanan kereta api.

“Stasiun Malang memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, kami menyiapkan pengembangan kawasan stasiun yang mencakup kantong parkir, pedestrian, serta ruang bagi UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah),” kata Manager Humas KAI Daerah Operasi 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono di Kota Malang, Selasa.

Dia menyampaikan, pengembangan kawasan Stasiun Malang tak terlepas dari meningkatnya  aktivitas masyarakat pengguna jasa layanan perkeretaapian, khusus dalam momen hari libur nasional.

Data yang diterima dari PT KAI Daerah Operasi 8 Surabaya menyebut bahwa setiap momen hari libur nasional, volume penumpang di stasiun tersebut rata-rata mencapai 7.600 orang per hari, terdiri dari 3.900 orang datang dan 3.700 orang berangkat.

Jumlah penumpang pada momen libur nasional lebih tinggi jika dibandingkan rata-rata volume penumpang saat libur akhir pekan atau pada Jumat hingga Minggu yang sejumlah 7.500 orang per hari per Juli 2026, terdiri dari 3.600 orang berangkat dan 3.900 orang datang.

Sedangkan, untuk jumlah penumpang pada periode hari kerja atau Senin hingga Kamis dalam periode Juli 2026, maka tercatat sebanyak 6.500 orang menggunakan layanan kereta api di Stasiun Malang.

Dia menjelaskan pengembangan kawasan merupakan strategi jangka panjang yang ditempuh oleh KAI Surabaya untuk menjawab kebutuhan pelayanan terhadap masyarakat di masa depan.

Oleh karena itu, konsep yang digagas dalam rencana pengerjaan, dilakukan secara terintegrasi dengan melihat pada kemudahan akses kendaraan, ketersediaan fasilitas bagi pejalan kaki yang representatif, hingga ruang usaha untuk pelaku UMKM.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *