SIDOARJO Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan belum menetapkan tersangka dalam kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan santri dan siswa di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Kepala BGN Trenggono saat mengunjungi Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jumat (4/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, Trenggono didampingi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi.

Trenggono mengatakan, BGN masih melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti peristiwa yang terjadi setelah para santri dan siswa mengonsumsi makanan dari Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah pada Selasa (2/9/2026).

Menurut Trenggono, prioritas BGN saat ini adalah memastikan kondisi para korban mendapat penanganan medis secara optimal. Hingga Jumat (4/9/2026), sebanyak 23 korban masih menjalani perawatan di sembilan rumah sakit di Sidoarjo. Trenggono juga menyempatkan diri meninjau kondisi korban yang dirawat di RS Notopuro Sidoarjo.

“Jadi kita lebih pada penanganan korban dulu ataupun terdampak. Kita utamanya penanganan terdampak,” ujarnya.

Trenggono menambahkan, hasil investigasi akan menentukan ada atau tidaknya unsur kelalaian dalam peristiwa tersebut.

“Tapi tetap dari BGN akan melaksanakan investigasi apakah kelalaiannya dalam bentuk kesengajaan atau tidak, nanti kita lihat hasilnya,” katanya.

Sebelumnya, Kepala BGN Sudaryono menyebutkan adanya indikasi kelalaian yang disengaja dalam pengelolaan makanan di SPPG Kalitengah.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *