
damarinfo.com -Pendidikan tinggi belum menjadi jenjang yang dienyam oleh mayoritas penduduk di Jawa Timur. Data demografi berbasis tingkat pendidikan tahun 2025 merekam ketimpangan yang cukup mencolok antarkabupaten dan kota.
Di satu sisi, sejumlah wilayah perkotaan mencatatkan proporsi penduduk berpendidikan perguruan tinggi yang relatif dominan. Namun di sisi lain, tidak sedikit kabupaten yang basis penduduknya masih didominasi tingkat pendidikan menengah ke bawah.
Berdasarkan data 2025-S2, tercatat sebanyak 56.893 jiwa penduduk Bojonegoro telah menuntaskan pendidikan di jenjang perguruan tinggi—mencakup lulusan D I–III, D IV/S1, S2, hingga S3.
Dengan total populasi mencapai 1.372.167 jiwa, rasio lulusan perguruan tinggi di Bojonegoro berada di kisaran 4,15 persen. Artinya, dari setiap 100 warga Bojonegoro, rata-rata hanya ada empat orang yang berkesempatan mengecap bangku kuliah.
Kesenjangan tingkat pendidikan ini kian benderang saat posisi Bojonegoro disandingkan dalam peta geografis Jawa Timur secara keseluruhan.
Kota Malang mengukuhkan diri sebagai daerah dengan rasio penduduk berpendidikan perguruan tinggi tertinggi. Angkanya menembus kisaran 17 persen dari total populasi, sebuah pencapaian yang melesat jauh meninggalkan daerah-daerah lainnya.
Selain Malang, deretan wilayah perkotaan lain juga menguasai papan atas. Kota Madiun, Kota Kediri, Kota Mojokerto, Kota Blitar, Kota Surabaya, dan Kota Batu berada dalam kelompok dengan persentase tinggi.
Fenomena ini menegaskan dikotomi karakter yang kontras antara wilayah kota dan kabupaten. Sebagai pusat gravitasi pendidikan, pemerintahan, perdagangan, serta jasa, kawasan perkotaan menjadi magnet bagi terkonsentrasinya perguruan tinggi dan sumber daya manusia berpendidikan tinggi.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber