
Madrasah Aliyah (MA) kini semakin menjadi pilihan utama pendidikan jenjang menengah atas bagi masyarakat Jawa Timur. Pada 2026, sebanyak 2.184 MA beroperasi di seluruh penjuru Jawa Timur dengan mendidik total 371.179 siswa.
Secara matematis, satu MA rata-rata menampung sekitar 170 siswa. Kendati demikian, sebaran siswa ternyata tidak terbagi secara merata di setiap sekolah. Sebaliknya, sejumlah MA mampu menarik minat peserta didik dalam jumlah yang jauh melampaui angka rata-rata tersebut.
Data tahun 2026 memperlihatkan jurang kesenjangan yang cukup lebar antara madrasah berukuran raksasa dan angka rata-rata provinsi.
secara akumulatif, sepuluh madrasah di atas menyerap 27.011 siswa. Angka fantastis ini menyumbang sekitar 7,28 persen dari seluruh populasi siswa MA di Jawa Timur. Padahal, dari sisi kuantitas lembaga, 10 sekolah ini hanya mewakili 0,46 persen dari total 2.184 MA yang ada.
Oleh karena itu, skala pendidikan pada 10 MA terbesar ini tergolong sangat masif. Jika kita menghitung rata-ratanya, setiap sekolah dalam kelompok elite ini mendidik sekitar 2.701 siswa—sebuah capaian yang melompat hampir 16 kali lipat dari rata-rata MA se-Jawa Timur.
Dalam peta persaingan ini, Kabupaten Pasuruan tampil paling dominan. Sebab, dua MA terbesar di Jawa Timur berdiri kokoh di wilayah ini.
MAS Darullughah Wadda’wah memimpin di peringkat pertama dengan mengampu 4.626 siswa. Selanjutnya, MA Miftahul Ulum PP Sidogiri menyusul di posisi kedua dengan mendidik 3.944 siswa. Jika kita menggabungkan keduanya, kedua madrasah raksasa tersebut menyerap total 8.570 siswa.
Sementara itu, Kabupaten Jombang juga menunjukkan daya tarik yang sangat kuat. MAN 3 Jombang mengumpulkan 2.493 siswa, sedangkan MAN 4 Jombang menampung 2.006 siswa. Akibatnya, gabungan dua sekolah negeri ini berhasil menyerap 4.499 siswa.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber