jatimnow.com – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur meminta Partai Amanat Nasional (PAN) membuktikan klaim sebagai “Partai Anak Nahdliyin” melalui kebijakan nyata, bukan sekadar pendekatan politik dan simbol kedekatan dengan warga Nahdlatul Ulama (NU).

Ketua PW GP Ansor Jawa Timur Musaffa Safril menilai kedekatan dengan Nahdliyin kehilangan makna apabila kader muda NU yang selama ini bekerja di tengah masyarakat justru merasa dipinggirkan dalam kebijakan pemerintah.

“Kalau benar ingin merangkul Nahdliyin, jangan hanya merangkul ketika membutuhkan suara. Rangkul juga kader-kadernya ketika mereka sedang bekerja dan mengabdi kepada masyarakat,” kata Musaffa, Sabtu (5/9/2026).

Sorotan itu disampaikan Musaffa di tengah semakin intensifnya pendekatan PAN kepada warga NU. Salah satunya terlihat saat Muktamar ke-35 NU di Tambakberas, Jombang, ketika sejumlah elite PAN hadir di sekitar arena muktamar dan menggelar ruang publik “Teras de’PAN”.

Pendekatan PAN kemudian berlanjut dalam peringatan HUT ke-28 PAN di Malang. Dalam kesempatan itu, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan memperkenalkan partainya sebagai “Partai Anak Nahdliyin”.

Musaffa mengatakan tidak ada persoalan dengan langkah partai politik membangun komunikasi dengan kelompok masyarakat mana pun. Namun, menurut dia, pendekatan politik juga harus diikuti keberpihakan yang dapat dirasakan masyarakat.

“PAN tentu punya hak untuk mendekati siapa pun. Tetapi Nahdliyin juga punya hak untuk bertanya: apa yang sebenarnya ditawarkan selain slogan?” ujarnya.

Musaffa juga mengungkapkan adanya laporan dari kader Ansor di sejumlah daerah yang terlibat dalam program pendampingan desa.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *