Bojonegoro (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro membidik pengembangan kawasan tanaman tebu seluas 3.000 hektare. Target tersebut menjadi bagian dari upaya daerah mendukung percepatan swasembada gula nasional sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan petani.

Pengembangan kawasan tebu itu dibahas dalam Sosialisasi Pengembangan Kawasan Tebu yang digelar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bojonegoro di Ruang Angling Dharma.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bojonegoro Zaenal Fanani mengatakan, pengembangan kawasan tebu merupakan salah satu langkah daerah untuk mendukung program swasembada gula yang menjadi agenda nasional.

Program tersebut mengacu pada Perpres Nomor 40 Tahun 2023. Pemerintah menargetkan swasembada gula konsumsi pada 2028, sementara swasembada gula untuk kebutuhan industri dan bioetanol ditargetkan pada 2030.

“Secara nasional diperlukan penambahan areal tanam sekitar satu juta hektare. Sedangkan target perluasan areal tanam untuk Bojonegoro sebesar 2.597,5 hektare,” ujarnya.

Ia berharap sosialisasi tersebut menjadi langkah awal untuk menyatukan pemahaman sekaligus mendorong keterlibatan petani dalam mencapai target perluasan kawasan tebu di Bojonegoro.

Sementara itu, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menyebut Pemkab Bojonegoro bahkan menargetkan pengembangan tanaman tebu hingga 3.000 hektare.

Menurutnya, pencapaian target tersebut membutuhkan koordinasi lintas sektor. Sebab, sebagian lahan yang berpotensi digunakan berada di kawasan hutan yang dikelola Perhutani melalui KPH atau Administratur (ADM).

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *