
Jember (beritajatim.com) – Kabupaten Jember, Jawa Timur, saat ini tengah mendapat atensi nasional. Hal ini ditandai dengan banyaknya bantuan pemerintah pusat yang turun ke Jember.
“Jember hari ini mendapatkan banyak atensi nasional, termasuk di sektor pendidikan. (Anggaran) revitalisasi sekolah kita insyaallah terbesar lagi. Kalau tahun 2025 kita terbesar, tahun ini insyaallah terbesar lagi angkanya. Jauh lebih besar dibanding tahun 2025,” kata Bupati Jember Muhammad Fawait, usai menghadiri sidang paripurna Perubahan APBD 2026, di gedung DPRD Jember, Jumat (4/9/2026).
Selain sektor pendidikan, sektor pertanian dan infrastruktur di Jember juga mendapatkan banyak atensi dari pemerintah pusat. “Bahkan dana transfer pusat untuk APBD ini juga sangat besar dibanding kabupaten lain,” kata Gus Fawait, sapaan akrabnya.
Kendati kekuatan APBD 2026 dibandingkan tahun sebelumnya tidak lebih besar, Gus Fawait bersyukur. “Insyaallah itu akan kita pakai untuk target pengentasan kemiskinan. Sekali lagi saya dari awal selalu konsisten, bahwa filosofi tujuan berbangsa dan bernegara adalah kesejahteraan dan kesejahteraan itu selalu ditandai dengan pengentasan kemiskinan,” katanya.
Perbedaan cara pandang dan strategi pengentasan kemiskinan dianggap Gus Fawait sebagai hal biasa. “Yang penting kan ujungnya nanti di angkanya,” katanya.
Bupati Fawait mengingatkan agar semua pihak konsisten menggunakan data/ “Kalau kita mau pakai data BPS (Badan Pusat Statistik) ya pakai BPS terus. Kita mau pakai data World Bank, ya World Bank terus. Tidak boleh sekarang pakai BPS, berikutnya pakai World Bank, Enggak konsisten namanya,” katanya.
Fawait juga meminta semua pihak adil dalam memandang penanganan kemiskinan di Indonesia. “Jangan dilihat hanya sekarang saja, tetapi tahun-tahun sebelumnya,” katanya.
Menurut Gus Fawait, di era Presiden Prabowo Subianto, penanganan kemiskinan versi BPS maupun World Bank selalu mengalami penurunan dan itu sudah berada di jalur yang tepat. “Jadi kalau melihat data jangan cuma data sekarang saja, tapi data-data tahun sebelumnya, 5-10 tahun. Makin panjang makin bagus,” katanya. [wir/ian]
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber