
Lamongan (beritajatim.com) – Masyarakat Dusun Semerek, Desa Sendangagung, Kecamatan Paciran, Lamongan, memiliki cara istimewa dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Bahkan mereka menyebutnya sebagai “Hari Raya Ketiga”.
Bagi masyarakat Semerek, momentum kelahiran Rasulullah SAW itu telah menjadi tradisi yang mempertemukan warga, memperkuat persaudaraan, sekaligus menjaga semangat gotong royong yang diwariskan dari generasi ke generasi.
“Warga kami menyebut peringatan Maulid Nabi sebagai hari raya ketiga, setelah Idul Fitri dan Idul Adha,” kata tokoh masyarakat setempat, yang juga Wakil Ketua DPRD Lamongan, Imam Fadlli, Jumat (4/9/2026).
Tahun ini, tradisi tersebut diisi dengan berbagai kegiatan yang digelar Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Al Hidayah. Mulai dari Festival Anak Saleh, pawai drumben, khataman Al-Qur’an hingga pengajian akbar.
Namun, yang paling istimewa dan menjadi ciri khas peringatan Maulid Nabi di Dusun Semerek adalah gotong royong menyembelih dan mengolah daging kambing menjadi hidangan, untuk disantap bersama.
“Kambing yang disembelih merupakan sedekah dari masyarakat. Tahun ini terkumpul 25 ekor, dan kita sembelih secara gotong royong di halaman balai dusun,” tuturnya.
Tidak hanya kambing, warga juga memberikan berbagai kebutuhan untuk mendukung kegiatan. Mulai dari beras, buah-buahan, sayuran, uang tunai hingga bahan konsumsi lainnya.
Suasana kebersamaan semakin terlihat saat proses penyembelihan dan memasak berlangsung. Warga berbagi tugas sesuai kemampuan masing-masing. Kaum laki-laki menangani penyembelihan dan penyiapan daging, sedangkan kaum perempuan mengolahnya menjadi hidangan.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber