TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Sebagai kampus dengan akreditasi unggul, Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan, terus mengepakkan sayap untuk sejajar dengan kampus-kampus besar.

Terbaru, Rektor UTM, Prof Dr Safi meneken Memorandum of Understanding (MoU) tentang Tridharma Pendidikan Tinggi bersama Duta Besar (Dubes) RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, di Ruang Aula Syaikhona Kholil Gedung Graha Utama Lantai 10 UTM Bangkalan, Jumat (4/9/2026). 

Penandatanganan UTM dengan Kedubes RI itu digelar bersamaan dengan Launching Prodi S2 Magister Ekonomi Syariah Fakutas Keislaman (FKIs) UTM yang dikemas dengan Kuliah Tamu bertemakan, ‘Peluang dan Tantangan Kebijakan Ekonomi Syariah Indonesi di Tengah Dinamika Geopolitik Afrika-Timur Tengah.’ 

Di hadapan puluhan mahasiswa FKIs UTM, Zuhairi sebagai keynote speaker mengingatkan kembali peran Proklamator dan Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir Soekarno di kancah percaturan geopolitik internasional. 

“Soekarnoisme itu apa? Dia mau terlibat dalam isu pergulatan geopolitik internasional. Generasi saya, saya membaca bagaimana Bung Karno membantu Tunisia merdeka. Bayangkan, Bung Karno menjadi satu-satunya orang di luar Tunisia yang mendapatkan gelar Pahlawan Tunisia,” ungkap Zuhairi. 

Selain itu, lanjutnya, Bung Karno juga membatu kemerdekan Aljazair sehingga setiap pagi warga di Aljazair bercerita tentang sosok Bung Karno.

Karena itu, Zuhairi meminta mahasiswa tidak merasa berkecil hati karena berasal dari kampung di Indonesia. 

“Meski kita dari Madura dan daerah-daerah lain di Indonesia, tetapi cara berpikir kita harus internasionalis, harus mendunia. Dengan kesadaran internasional, maka akan membuka paradigma kalian untuk menjadi warga dunia,” ungkap pria kelahiran Kabupaten Sumenep di tahun 1977 itu. 

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *