
Kabarjagad, Bojonegoro — Keindahan batik khas Kabupaten Bojonegoro kembali mendapat ruang di panggung budaya Jawa Timur. Kali ini, Batik Meliwis Mukti tampil dalam gelaran Batik In Motion 2026 yang diselenggarakan oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Probolinggo dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-667 Kota Probolinggo, Jumat (4/9/2026).
Ketua Dekranasda Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, turut hadir sekaligus ambil bagian dalam fashion show yang diikuti sekitar 18 Ketua Dekranasda kabupaten/kota se-Jawa Timur.
Dalam kesempatan tersebut, Cantika tampil anggun mengenakan busana yang mengangkat Batik Meliwis Mukti, salah satu motif batik yang menjadi bagian dari kekayaan kriya khas Bojonegoro. Busana tersebut semakin menarik dengan sentuhan motif rosella serta perpaduan painting khas Bojonegoro.
Perpaduan tersebut menghadirkan harmoni antara tradisi batik dengan ekspresi seni lukis. Motif buna dan kupu-kupu berwarna cerah menjadi aksen yang memberikan kontras terhadap warna dasar batik, sehingga menciptakan tampilan busana yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki karakter kuat sebagai karya kriya daerah.
Keikutsertaan Bojonegoro dalam Batik In Motion 2026 menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan identitas dan karakter kriya lokal melalui dunia fesyen. Batik tidak sekadar diposisikan sebagai bahan pakaian, tetapi juga menjadi media untuk menyampaikan cerita mengenai kekayaan budaya, kreativitas, serta potensi para perajin di Bojonegoro.
Kehadiran sekitar 18 Ketua Dekranasda kabupaten/kota di Jawa Timur dalam fashion show tersebut sekaligus memperlihatkan beragam karakter batik dari masing-masing daerah. Setiap karya membawa ciri khas dan identitas daerahnya masing-masing, namun dipertemukan dalam satu panggung untuk memperkuat semangat bersama dalam melestarikan dan mengembangkan warisan budaya Nusantara.
Batik In Motion 2026 menjadi salah satu agenda budaya Kota Probolinggo yang menghadirkan nuansa Nusantara melalui karya batik dan fesyen. Gelaran tersebut memberikan ruang bagi batik dari berbagai daerah di Jawa Timur untuk tampil lebih luas sekaligus menunjukkan bahwa batik terus berkembang mengikuti zaman tanpa meninggalkan akar tradisinya.
Bagi Bojonegoro, keikutsertaan dalam kegiatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan penampilan busana. Momentum itu juga menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring dan mempererat hubungan antara Dekranasda Bojonegoro dengan Dekranasda maupun Pemerintah Kota Probolinggo.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber