Lumajang (beritajatim.com) – Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Minggu (6/9/2026) pagi. Erupsi Gunung Semeru terjadi pada pukul 10.07 WIB dan terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter.

Berdasarkan laporan erupsi, durasi aktivitas tersebut berlangsung selama 86 detik. Sementara tinggi kolom erupsi tidak teramati.

Data tersebut disusun oleh Sigit Rian Alfian dari kementrian ESDM berdasarkan pemantauan aktivitas Gunung Api Semeru.

“Erupsi yang terjadi pada Minggu pagi tersebut tercatat dalam instrumen seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 86 detik.” tambah Sigit dalam keterangannya, Minggu (6/9/2026)..

Dalam laporan tersebut tidak disebutkan ketinggian kolom erupsi karena kolom erupsi tidak teramati.

Masyarakat yang berada di sekitar kawasan Gunung Semeru diminta tetap memperhatikan rekomendasi keselamatan dan menghindari kawasan yang berpotensi terdampak material erupsi maupun aliran lahar.

Salah satu kawasan yang menjadi perhatian utama adalah sektor tenggara Gunung Semeru di sepanjang Besuk Kobokan.

Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *