SITUBONDO, KOMPAS.com – Kelangkaan elpiji di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, diduga dampak dari adanya aktivitas demo di Kantor Bosowa Banyuwangi. Kegiatan tersebut membuat penyaluran tersendat.

Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo ketika live di media sosial TikTok mengundang dari salah satu pendemo di Bosowa Banyuwangi. Keduanya pun bersitegang tentang demonstrasi.

Menurut Yusuf, masyarakat boleh melakukan demo tetapi tidak boleh menghalangi penyaluran distribusi elpiji karena kebutuhan masyarakat yang lebih luas.

“Silahkan bagi pendemo menyalurkan pendapat tetapi jangan sampai operasional perusahaan terhenti,” kata Yusuf dalam live tersebut, dikutip Minggu (6/9/2026).

Yusuf juga menyatakan, seharusnya pihak masyarakat dan perusahaan menyelesaikan persoalan dengan dialog. Sehingga, komunikasi dua arah bisa diselesaikan dengan poin solusi.

“Harusnya diselesaikan bersama tetapi jangan sampai kebutuhan masyarakat tentang elpiji terhenti,” ujarnya.

Yunus salah satu aktivis dari Banyuwangi dalam sosial medianya menyatakan bahwa kegiatannya menyampaikan izin ke Kepolisian bukan aksi demontrasi tetapi mediasi. Pihaknya juga mengklaim tidak menutup jalan sehingga akses terhenti.

“Kami tidak demo tetapi izin ke Polisi itu mediasi, tidak ada tutup jalan, ketika mediasi tidak menemukan titik temu sehingga kami tidur di mushala,” katanya.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *