
Ketapang (beritajatim.com) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan hanya menghanguskan pepohonan dan merusak ekosistem. Bagi satwa liar seperti orangutan, kebakaran dapat berubah menjadi ancaman mematikan karena mereka kehilangan habitat, sumber makanan, hingga harus menghadapi buruknya kualitas udara.
Kisah memilukan itu dialami orangutan jantan bernama Sampurna. Satwa tersebut ditemukan dalam kondisi lemah dan mengalami gangguan pernapasan di kawasan perkebunan kelapa sawit di Ketapang, Kalimantan Barat, Minggu (30/9).
Sampurna kemudian dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan dari Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.
Namun, upaya penyelamatan tersebut belum berhasil. Kondisi Sampurna terus memburuk hingga akhirnya dinyatakan mati pada pukul 15.20 WIB di hari yang sama.
Kematian Sampurna menjadi gambaran betapa seriusnya dampak karhutla terhadap kehidupan satwa liar. Kebakaran tidak hanya membuat hutan kehilangan tutupan vegetasi, tetapi juga menghancurkan tempat orangutan mencari makan, beristirahat, dan membuat sarang.
Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. drh. Raden Wisnu Nurcahyo, menjelaskan bahwa orangutan sangat bergantung pada keberadaan pepohonan dan vegetasi hutan.
Ketika kawasan hutan terbakar, pohon yang menjadi tempat hidup sekaligus sumber makanan orangutan ikut rusak.
“Karena kebakaran itu kan mengacaukan pohon, tanaman, sementara tanaman itu sumber pakan, dan pohon-pohon itu tempat bersarangnya mereka (orangutan),” ujar Wisnu saat diwawancarai, Jumat (4/9).
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber