
Lumajang (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur, merespons cepat fenomena antrean panjang kendaraan yang memadati sejuta stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayahnya.
Pihak Pemkab memastikan bahwa ketersediaan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh SPBU Lumajang berada dalam posisi aman dan melimpah.
Berdasarkan data ketersediaan per 7 September 2026, pasokan BBM bersubsidi jenis Pertalite masih menyisa 252 kiloliter (KL) dan Biosolar berada di angka 167 KL.
Sementara untuk lini non-subsidi, pasokan Pertamax menyisa 103 KL, Pertamax Turbo 38 KL, hingga Pertamina Dex mencapai 27 KL.
Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Lumajang, Bonni Momenta, menjamin masyarakat tidak perlu khawatir karena realisasi pasokan dari Pertamina kerap melampaui kuota bulanan.
“Seperti Agustus kemarin itu kuota realisasinya melebihi kuota yang ditentukan. Untuk Pertalite itu 7.100 sekian kiloliter itu realisasinya 7.900. Untuk Biosolar 5.022 kiloliter itu realisasinya malah sampai 6.000,” ucap Bonni Momenta pada Senin (7/9/2026).
Bonni menguraikan bahwa kepadatan antrean yang memicu persepsi kelangkaan di 19 unit SPBU Lumajang sejatinya dipicu oleh efek domino kemacetan parah di jalur Ketapang, Banyuwangi.
Tersendatnya distribusi BBM ke wilayah Kabupaten Jember membuat pasokan di daerah tetangga tersebut kosong, sehingga warga Jember berbondong-bondong menyerbu SPBU di wilayah Lumajang.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber