
Wilayah Madura jadi kawasan dengan dampak kekeringan cukup parah pada musim kemarau ini. Ribuan kepala keluarga (KK) telah terdampak kekeringan.
“Untuk kekeringan hingga hari ini masih sama jumlah daerah yang telah mengeluarkan status siaga darurat maupun tanggap darurat itu ada 24 kabupaten/kota. Yang menjadi perhatian dan yang terdampak terbanyak wilayah Bangkalan, Sumenep, dan Pamekasan,” kata Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto saat dikonfirmasi detikJatim, Selasa (8/9/2026).
Gatot mengatakan, wilayah dengan dampak kekeringan terbanyak ada di Pamekasan. Di mana terdapat 5.994 KK yang terdampak kekeringan di wilayah tersebut.
“Kami sudah dropping air bersih di Pamekasan 160 ribu Liter. Pamekasan menjadi salah satu wilayah dengan potensi kekeringan terbesar, di mana ada 18.631 KK yang berpotensi terdampak,” jelasnya.
Selain itu, Gatot menyebut Bangkalan menjadi salah satu wilayah yang juga terdampak kekeringan. Total ada 4.763 KK yang sudah terdampak.
“Di Bangkalan potensinya bisa mencapai 17.623 KK, dan saat ini sudah 4.763 KK terdampak. Di Bangkalan sudah dilakukan distribusi air bersih sebanyak 129 ribu Liter menggunakan APBD Pemkab Bangkalan,” jelasnya.
Sementara untuk Sumenep, masih dilakukan pendataan untuk jumlah KK yang terdampak kekeringan saat ini.
“Kalau angka potensi tahun 2026 ini Sumenep ada sebanyak 58.400 KK, namun ini masih potensi. Data KK yang terdampak saat ini masih kita hitung,” jelasnya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber