
Surabaya (beritajatim.com) – Dunia akademik di Indonesia berduka. Airlangga Pribadi Kusman, Ph.D, staf pengajar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya wafat pada Rabu (9/9/2026).
Almarhum dikenal sebagai pakar politik dari Unair dan akademisi produktif menghasilkan banyak karya ilmiah. Sehari-hari, almarhum mengajar di Departemen Ilmu Politik Fisip Unair, terutama di program S-2 (Magister Ilmu Politik) dan S-3 (Doktor Ilmu Sosial).
Almarhum menyelesaikan pendidikan S-1 Ilmu Politik di Fisip Unair, Magister Ilmu Politik (S-2) di Universitas Indonesia Jakarta, dan S-3 (Ph.D) Ilmu Politik di Murdoch University Australia. Sejumlah karya ilmiah yang ditulis almarhum di antaranya, Dynamics of Democracy; Agency, Power, and Politics in Indonesia; Critical Political Studies; Politics of Multiculturalism; Social and Political Movements; Enviromental Politics and Natural Resources; dan lainnya.
Selain itu, almarhum dikenal sebagai pribadi dan akademisi yang konsen mengamati dan menyoroti dinamika politik di level nasional maupun regional (Jatim). Pribadinya yang sederhana, gandrung pada keilmuan (khususnya ilmu politik), dan dekat dengan kalangan kritis dalam aktivisme sosial politik menempatkan almarhum sebagai akademisi yang seringkali diminta sebagai narasumber di berbagai forum ilmiah dan gerakan kaum kritis.
Sikap dan pandangan kritisnya khas kaum intelektual. Dia independen, otonom, dan tak mudah tergerus arus kekuasaan. Dia akdemisi yang tak pernah berangkulan dengan kekuasaan, dengan cara masuk ke struktur rezim penguasa.
Airlangga Pribadi menyelesaikan pendidikan doktoralnya (S-3) di bidang ilmu politik di Asia Research Centre, Murdoch University, Australia. Aktif meneliti dan menulis tentang politik Indonesia, Airlangga dikenal luas lewat buku The Vortex of Power: Intellectuals and Politics in Indonesia’s Post-Authoritarian Era (Palgrave Macmillan, 2019) dan Merahnya Ajaran Bung Karno: Narasi Pembebasan ala Indonesia (GDN, 2022)
Selain itu, dia pernah menjadi anggota Tim Seleksi KPU-Bawaslu RI dan staf ahli di Kementerian Desa dan Transmigrasi. Fokus kajiannya meliputi politik intelektual, Ekonomi-Politik, demokrasi, dan transformasi kekuasaan di Indonesia. [air]
document.getElementById(“comment”).setAttribute( “id”, “aef2c3fae6a0d90e145223b3a59b83c8” );document.getElementById(“f98b4317b4”).setAttribute( “id”, “comment” );
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber