:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/menjadi-destinasi-sport-tourism-melalui-olahraga-arung-jeram.jpg)
SURYA.co.id, JOMBANG – Saluran air DAM Turipinggir di Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mulai dilirik sebagai potensi baru wisata berbasis olahraga.
Arena yang selama ini dimanfaatkan untuk aktivitas arung jeram tersebut dinilai bisa dikembangkan menjadi destinasi sport tourism yang menggabungkan olahraga, wisata alam, seni budaya dan ekonomi lokal.
Potensi itu terlihat dalam Jombang Rafting Festival 2026 yang digelar bersamaan dengan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Arung Jeram Jawa Timur dan Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Arung Jeram Jombang.
Selama empat hari, 3-6 September 2026, sebanyak 28 tim dari berbagai daerah di Jawa Timur berlaga di kawasan DAM Turipinggir, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Bagi Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kabupaten Jombang, Jawa Timur, kedatangan atlet dari berbagai daerah memberikan peluang lebih besar daripada sekadar perebutan prestasi.
Peserta dan pendamping yang datang dari luar daerah dapat menjadi bagian dari promosi potensi alam dan wisata Jombang.
Ketua Umum FAJI Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Abdul Khomar mengatakan arung jeram memiliki karakter yang memungkinkan olahraga tersebut dikembangkan sekaligus sebagai aktivitas rekreasi dan pariwisata.
“Harapannya ke depan dukungan untuk olahraga arung jeram bisa ditingkatkan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga bisa menggabungkan konsep sport tourism dengan seni budaya, kearifan lokal, dan promosi pariwisata,” ucap Khomar kepada SURYA.co.id, Rabu (9/9/2026).
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber