Situbondo (beritajatim.com) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Argopuro, tepatnya di sekitar jalur pendakian Baderan, Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten Situbondo, berhasil dikendalikan.

Meski demikian, hingga Selasa (8/9/2026) malam masih terdapat 123 warga negara Indonesia (WNI) yang berada di dalam kawasan Gunung Argopuro. Mereka tengah bergerak keluar melalui jalur Bermi, Kecamatan Krucil, Probolinggo.

Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono mengatakan, seluruh pengunjung yang berada di Savana Cikasur sudah tidak ada sejak Selasa siang. Mereka diarahkan keluar melalui pintu Bermi.

“Pengunjung di Cikasur sejak siang sudah tidak ada lagi. Semua bergerak keluar melalui pintu Bermi,” kata Puriyono, Selasa (8/9/2026) malam.

Menurutnya, berdasarkan durasi tiket pendakian yang masuk pada Senin (7/9/2026) pagi sebelum kawasan ditutup, para pengunjung diperkirakan paling lambat keluar pada Jumat (11/9/2026).

Sementara itu, proses pemadaman karhutla dilakukan tim gabungan sejak Selasa pagi. Tim terdiri dari petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA), BPBD Situbondo, TNI-Polri, masyarakat peduli api (MPA), masyarakat mitra polhut (MMP), serta pelaku wisata ojek Baderan.

Sebelumnya, berdasarkan pemantauan satelit melalui aplikasi Fire Guard pada Selasa dini hari, titik api terpantau mendekati Savana Cikasur dengan jarak sekitar 350 meter secara datar.

Tim yang bermalam di Cikasur juga melaporkan api sempat membesar di dua titik pada malam hari. Namun, kondisi api mulai berkurang pada pagi hari dan langsung dilakukan pemadaman.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *