
JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember memastikan bahwa stok bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Jember, Jawa Timur aman dan masyarakat diimbau tidak panic buying dengan membeli BBM secara berlebihan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Jember terus berupaya untuk mengantisisasi keterlambatan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sering memicu antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
“Setiap ada hambatan seperti perbaikan jalan atau kemacetan di rute pengiriman dalam distribusi BBM maka di Jember langsung terdampak hingga memicu antrean kendaraan,” kata Bupati yang akrab disapa Gus Fawait dalam keterangannya di Jember, Rabu(09/9).
Untuk solusi jangka pendek, lanjut dia, pasokan BBM langsung ditambah atau digelontorkan oleh Pertamina Patra Niaga lebih banyak agar antrean segera terurai.
“Kami sudah melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SPBU Gajahmada dan SPBU Gebang pada Selasa (8/9) malam yang bertujuan untuk memantau langsung kondisi pendistribusian BBM dan antrean kendaraan di Jember,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa gangguan pasokan BBM di Jember dipicu oleh persoalan kelancaran arus lalu lintas pada jalur utama distribusi dari Banyuwangi, sehingga guna memberikan solusi permanen agar kejadian serupa tidak berulang, maka Pemkab Jember telah menyiapkan sejumlah skema jangka panjang.
“Salah satunya adalah berkoordinasi langsung dengan pihak pimpinan Pertamina di Jakarta untuk membuka opsi pasokan BBM dari jalur alternatif karena selama ini, Jember bergantung penuh pada suplai dari Depo Banyuwangi,” tuturnya.
Ke depan, Pemkab Jember mendorong agar pengiriman BBM juga bisa ditopang dari daerah lain seperti Surabaya, Malang, atau wilayah terdekat lain. Sehingga strategi diversifikasi suplai itu terbukti sukses diterapkan pada distribusi elpiji yang tetap stabil, meski sempat ada kendala lalu lintas di daerah tetangga.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber