
jatimnow.com – Satgas Pangan Tulungagung melakukan pengecekan harga di Pasar Ngunut, Selasa (8/9/2026). Hasilnya, petugas menemukan adanya beras premium yang dijual diatas harga eceran tertinggi (HET) dan beras SPHP yang dijual lebih dari 5 pack.
Asisten Manager Penjualan Pasar Pemerintah, Cabang Perum Bulog Tulungagung, Cici Fauziah mengatakan, sidak kali ini dilakukan dengan sasaran komoditas beras. Terutama untuk beras medium SPHP maupun beras premium yang dijual di pasaran.
“Fokus kami kali ini khusus untuk komoditas beras saja, sedangkan untuk komoditas lain masih belum,” ujarnya.
Selama sidak, Satgas Pangan Tulungagung mendapati adanya beras SPHP yang dijual lebih dari 5 pack untuk satu orang. Secara aturan, seharusnya beras SPHP itu hanya boleh dijual kepada satu konsumen maksimal sebanyak 5 pack saja.
“Informasi yang kami dapat, beras ith dijual lebih dari 5 pack karena permintaan dari pedagang nasi goreng. Kalau HET beras SPHP itu Rp12.500 perkilo, rata-rata dijual dibawah HET,” ungkapnya.
Selain itu, Satgas Pangan Tulungagung juga menemukan adanya kenaikan harga pada komoditi beras premium. Sesuai hasil pantauan, harga beras premium paling tinggi dijual seharga Rp81 ribu untuk kemasan 5 kilogram.
Sedangkan sesuai HET, seharusnya beras premium hanya dijual seharga Rp15 ribu perkilo atau Rp75 ribu untuk kemasan 5 kilogram. Merespon hal ini, Bulog berencana untuk melakukan droping beras premium untuk mengendalikan harga.
“Beras premium mahal, informasinya karena harga dari bahannya dan penggilingan juga sudah tinggi. Nanti kita akan melakukan intervensi harga,” terangnya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber